Rabu, 07 Oktober 2015

Dokumen Penting Berkendara

Om Tri Memperlihatkan STNK Timornya
Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) merupakan salah satu dokumen resmi kendaraan yang perlu dibawa saat dimanapun kita beranjak dengannya. Mengapa harus? karena dengan memperlihatkannya kepada petugas yang berkepentingan dapat menunjukan keabsahan kendaraan yang kita miliki, apalagi saat ini sedang maraknya penipuan berkedok pelanggaran lalu lintas yang memanfaatkan kondisi dokumen kendaraan yang kita miliki.
Selain STNK, dokumen lainnya seperti bukti pembayaran pajak, bisa kita lihat di balik STNK, biasanya ada lembaran berwarna coklat yang merinci besaran biaya yang kita keluarkan saat kita membayar pajak kendaraan.
Menggunakan kendaraan bermotor di tempat umum khususnya di jalan raya kita diatur untuk memiliki sebuah lisensi atau izin menggunakan kendaraan, dalam prakteknya ada yang namanya sejenis kartu bernama Surat Izin Mengemudi (SIM), surat ini wajib dimiliki pengendara yang menggunakan jalan umum, bagi yang tidak dapat menunjukan surat izin ini maka pemerintah melalui satuan tugas yang berkaitan akan menindak karena termasuk sebuah pelanggaran.
Nah, bagaimana pembaca yang baik hati? bagaimana surat-surat anda? apakah sudah lengkap atau bahkan sudah mulai mendekati habis masa berlaku, hayu diperpanjang masa berlakunya, bagi yang belum punya, silakan mendatangi pihak yang berkaitan, dalam hal ini ke direktorat lalu lintas pada Polres terdekat.
Saya yakin, om-om Timorer Banten sudah memilikinya, sehingga perjalanan akan terasa nyaman dan keselamatan pun terjaga.

Yukkk..... Kita Foto Kemana

Member Tibanten di era Westsider Chapter
Ajakan ringan tapi cukup menantang adalah saat teman kita mengatakan "Yuk... Kita Foto Kemana"> Pasalnya sebuah ajakan yang membuat kita kadang berpikir keras untuk memperoleh latar belakang yang menari. tentu saja tidak menarik dari segi persepsi pribadi, melainkan ada ukuran-ukuran yang mesti kita ikuti sebagaimana orang pada umumnya.
Dalam tulisan kali ini, Saya akan menyampaikan beberapa cara berfoto yang mungkin sudah pembaca lakukan, tapi kadang ternyata kita kurang faham betul apa yang sebaiknya dilakukan supaya gambar yang dihasilkan menjadi sesuai dengan gagasan yang kita maksud. Misal, dalam foto di samping saya ingin membicarakan beberapa perhatian anggota timorer westsider yang saling terbagi, ada yang fokus kamera, fokus ke telepon genggam, bahkan ada yang memalingkan pandangan, belum lagi jika kita lihat secara gestur, ada yang ceria dan ada yang sedikit masam, dan bahkan ada yang biasa-biasa saja.
Tahukah apa yang menjadi kesimpulan kita masing-masing jika kita mengamati betul antara objek foto dengan latar belakang??? saya tidak sengaja mendapatkan foto ini yang ternyata tidak jauh dengan isi penghuni yang berada di dalam gedung, kok bisa ya? ya bisa saja, kalau kita zoom out kamera, latar belakang objek akan nampak tulisan "Pusat Pemerintahan Provinsi Banten". Apakah pembaca pernah kesana? silakan berkunjung pada jam kerja yah... pasti ditemukan suasana yang tergambar pada foto tersebut..... Yuk kita foto kemana.....  Saya tunggu hasilnya lho yaaaa. :)

Senin, 05 Oktober 2015

Adu Nyali SOHC dan DOHC (Bagian 1)

Timor DOHC Heru Cahyadi meluncur cepat di Lajur Kanan
Perjalanan dari Serang Banten ke Solo Jawa Tengah dirasakan kedua member Tibanten Om Heru dan Om Arul, dua member ini dikawal salah satu tetangga Om Heru di tempat tinggalnya Komplek taman Ciruas Permai yang kini menjadi member.
Sebagaimana yang diketahui masyarakat pada umumnya, kendaraan roda 4 yang diklaim buatan dalam negferi ini memiliki beberapa varian, diantaranya Timor limousin, timor Wagon, dan Sephia, berdasarkan aplikasi mesin yang digunakan, timor Sephia memiliki dua jenis mesin, yaitu SOHC atau yang lebih populer dikenal dengan nama mesin karburator dan mesin DOHC yang dikenal banyak orang mesin injeksi.
Dua member melakukan perjalanan sekitar bulan Juni 2014, yang masing-masing memiliki performa yang berbeda secara maintenance, Arul menggunakan Timor SOHC rakitan tahun 1997 yang sudah 3 tahun dirawatnya, sedangkan Heru Cahyadi menggunakan Timor DOHC rakitan tahun 2000, kedua jenis mesin pada Timor tersebut meluncur dari Ciruas di pagi hari, belum ada indikasi gangguan mesin seperti yang diperkirakan, maklum perjalanan dari Serang ke Solo bagi dua varian Timor ini sama-sama harus melibas jalan yang begitu beresiko, seperti yang digambarkan Sugeng yang kini kepincut mengganti Zebra Espassnya menjadi Timor Merah Cabe; "Nanti kalau terlalu malam, kita banyak disamber bus malam" perhatiannya.
Perjalanan dimulai pagi sekitar jam 03.00 WIB, tiga kendaraan ini terjebak macet di titik 2Km sebelum gerbang tol cikampek dan tertahan hingga pukul 6.20 WIB, mesin pun dimatikan sebagai upaya menghindari pemborosan bahan bakar. 
Setelah terbebas dari kemacetan, perjalanan dilanjutkan melalui jalur Pantura, di jalur ini menyempatkan diri berwisata kuliner dan melaksanakan ibadah. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan menempuh jalur Tol Palimanan-Cirebon. Bagi pengendara yang masuk tol ini akan merasa istimewa, karena harganya yang terbilang cukup wah, pemakai pun jarang, sehingga akan merasakan seakan-akan tol ini istimewa, dengan kondisi jalan yang cukup banyak ditemukan marka jalan perbaikan, perjalanan istirahat sementara di sebuah Rest Area di kota Cirebon. "Gimana om? apa ada masalah?" tanya Arul ke rekannya Heru Cahyadi saat membuka kap mesin di rest area tersebut. "Enggak om, cuma kontrol" jawab Heru.
Masing-masing Penumpang Berpose saat istirahat di Jalur Pantura
Setelah makan dan sholat, perjalanan dilanjutkan menuju kota kelahirannya rekan member Tibanten Sugeng. Purworejo Jawa tengah, dalam perjalanan menuju kota inilah mulai mengalami gaya berkendara yang ekstra hati-hati. Yang pertama; Timor hampir oleng, hampir saja Heru terhempas dan menepi ke bahu jalan yang memiliki beda tinggi, sebagaimana diperingatkan Sugeng bahwa Bus malam di daerah yang tidak memiliki ruas jalan yang cukup akan berakibat rebutan jalan. Begitu pula dialami Arul dengan timor SOHCnya, setelah berusaha mendaki jalan yang cukup terjal dan berliku, lobang pun tak dapat dihindari lantaran kendaraan dari arah lawan demikian deras dan kencangnya terutama bus-bus malam yang menuju Jakarta dan sekitarnya.
Heru Cahyadi, Berpose di Rest Area Kota Cirebon
Kondisi fisik yang kurang baik dialami kedua pengadu, namun kondisi mengerikan lebih menakutkan bagi penumpang dalam Timor yang dikendarai Arul, ia nyaris tertidur saat mengemudi, karena benturan batulah yang membuat ia sadar sedang mengendarai Timornya "Om Heru, kita minggir dulu ya, cari SPBU" demikian pintanya ke Heru Cahyadi melalui telpon genggamnya.
Setelah menemukan SPBU, Keduanya beserta satu rekannya beristirahat sambil memeriksa beberapa keadaan mesin, dan beristirahat sejenak.(Tunggu artikel selanjutnya)

Ngoprek Bareng Timorer Banten Kelapa Gading Anyer

timor

INILAHBANTEN.com, Cilegon- Pecinta mobil timor dari wilayah Serang, Cilegon, Labuan, dan Tangerang mengelar acara silaturahmi bertajuk syukuran dan ngoprek bareng, di pantai Kelapa Gading Anyer, Kabupaten Serang, Minggu 15 Maret 2015.
kiri-_-pembina-timor-er-bante-eca-kanan-bayu-laksono-ketua-timor-er-banten
Selain untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota, kegiatan yang dimulai dengan konvoi ini bertujuan untuk mengajak warga Banten untuk lebih tertib berlalu lintas.
Acara syukuran ini dimulai dengan konvoi 30 mobil milik pecinta timor yang tergabung dalam Komunitas Timor-Er Banten, dari wilayah Cilegon menuju Pantai Kelapa Gading Anyer, Kabupaten Serang.
Selama perjalanan, seluruh anggota diwajibkan mentaati seluruh rambu lalu lintas yang ada, serta sejumlah aturan touring yang mengacu pada ketertiban lalu lintas.
Setibanya di lokasi, kegiatan dilanjutkan dengan acara syukuran nama dan logo baru Timor-Er Banten, yang ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh sejumlah pengurus Timor-Er Banten, dan Ketua BOP Timor-Er Pusat.
Ketua Timor-Er Banten, Bayu Laksono mengatakan, setelah terbentuk beberapa bulan lalu, kegiatan ini merupakan yang sengaja digelar sebagai bentuk rasa syukur atas terbentuknya nama dan logo baru Timor-er Banten.
“Selain itu yang paling utama, kegiatan ini diharapkan menjadi wadah silaturahmi bagi para pecinta mobil timor di wilayah Serang, Cilegon, Lebak, bahkan Labuan Pandeglang untuk mempererat tali silaturahmi,”ujarnya.
Tak hanya itu, dirinya juga ingin menunjukan kepada masyarakat bahwa club mobil tak selalu ugal-ugalan di jalan. Timor-Er Banten bahkan mengajak masyarakat untuk terus tertib berlalu lintas.
“Kita malah lebih kepada mengajak masyarakat untuk tertib lalu lintas,”tandas Bayu.
“Selain acara pemotongan tumpeng, disini pecinta mobil timor dapat berbagi berbagai hal terkait persoalan mesin, atau kendala lainnya,  melalui acara yang diberi nama ngoprek,”tutur Bayu.
Kemeriahan acara syukuran dan ngoprek bareng pecinta Timor-Er Banten semakin hangat dan meriah dengan sajian hiburan musik yang disajikan pihak panitia.
[Miyatun/Ars]
IMG-20150315-WA0094
IMG-20150315-WA0083
IMG-20150315-WA0074
IMG-20150315-WA0089


















IMG-20150315-WA0093











IMG-20150315-WA0029















*www.mobiltimor.com/timor-er-banten-gelar-ngoprek-bareng

SEJARAH TIMORER BANTEN

Hai Guys…!
Pengen tahu sejarah terbentuknya organisasi timor-er banten? Yuuk… ikuti petunjuk berikut ini, pertama : pastikan posisi duduk anda nyaman, kedua : siapkan camilan ringan supaya suasana lebih menyenangkan, ketiga : pastikan api kompor sudah mati dan pintu serta jendela rumah terkunci… jiaaahhh kayak mau pergi taraweh aja yak… hahaha.

Dah siap yah! Nah begini nih ceritanya… Konon pada hari di sekitar tahun 2010, di salah satu kota di wilayah Banten yang disebut Cilegon, berkumpulah muda – mudi pengguna timor yang diantaranya adalah : Om Taufik, Om Ecca, dan Om Uzi. Acara kopdar saat itu biasanya di isi dengan kegiatan sharing mengenai perawatan dan perbaikan mobil timor. Dari awalnya hanya 3-4 mobil yang berkumpul, lama kelamaan ternyata personel kopdar yang hadir  semakin banyak. Jika saya berada di tempat dan waktu yang sama pada saat itu, saya dapat merasakan kebahagiaan yang luar biasa yang dirasakan om taufik, om ecca dan om uzi melihat begitu antusiasnya para pengguna mobil timor yang berkumpul.
Nah… Menyadari bahwa mobil timor termasuk mobil yang sudah tidak belia lagi (baca: tua, rewel, mogokan) dan melihat perkembangan jumlah anggota yang semakin bertambah, akhirnya muncullah ide untuk membuat organisasi kumpulan mobil timor di wilayah cilegon dan serang. Niatan membentuk sebuah klub timor saat itu agar para pengguna timor di wilayah Cilegon dan Serang memiliki wadah berkumpul untuk dapat saling bertukar pengalaman mengenai perawatan dan juga dapat saling membantu jika sampai (amit-amit) mogok dijalan. Tepat pada tanggal 14 November 2010, akhirnya diresmikan klub mobil timor di wilayah Cilegon dan Serang dan kemudian diberi nama Westsider Chapter.
Sepanjang perjalanan Westsider dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2014, jabatan ketua klub pada saat itu dijabat oleh : Om Taufik (2010-2011), Om Uzi (2011-2012), Om Ecca (2012-2014). Pada masa kepengurusan Om Uzi, Westsider mengajukan diri untuk menjadi klub afiliasi timor-er Jabodetabek. Hal tersebut dengan tujuan untuk memperluas hubungan silaturahmi antar pengguna timor di seluruh Indonesia.
Seiring dengan pertumbuhan ekonomi negara Indonesia yang kemudian berdampak juga terhadap meningkatnya kondisi perekonomian member Westsider, banyak diantara member yang kemudian menjual timornya dan kemudian menganti dengan kendaraan yang sedikit lebih baik dari kendaraan mereka sebelumnya (baca: timor). Meskipun demikian, para member yang sudah berganti mobil masih terdaftar sebagai member Westsider. Westsider memang tidak membatasi pada satu jenis merk mobil saja, karena Westsider tidak ingin tali silaturahmi terputus hanya karena merk mobil berubah.
Singkat cerita, jumlah member Westsider semakin hari semakin banyak, baik dari jenis mobil timor maupun non-timor. Om Uzi dan Om Ecca yang pada saat itu (2014) menjabat sebagai Ketua Umum mengusulkan kepada forum untuk membentuk klub khusus mobil timor dari para anggota Westsider yang memiliki kendaraan timor. Maksudnya adalah agar member yang memiliki mobil timor dapat lebih fokus lagi pada kegiatan mereka (ngoprek bareng, sharing perawatan dan perbaikan kendaraan, dll).
Menindaklanjuti usulan dari Om Uzi dan Om Ecca, member Westsider yang memiliki mobil Timor kemudian  berkumpul di Taman Ciruas Permai Serang (Rumah Om Heru Cahyadi) untuk membahas mengenai usulan tersebut. Dari pertemuan tersebut akhirnya disetujui untuk membentuk organisasi bagi pecinta, pengguna dan pemerhati mobil timor di wilayah Banten. Logo klub juga disepakati oleh peserta yang hadir pada saat itu, yaitu hasil design dari sang maestro dari dunia per-leasing-an, Om Wanda Mawara.

Berikut ini logonya :


Akhirnya setelah pertemuan tersebut, tepatnya pada tanggal 6 Desember 2014, para pengguna mobil timor se-Banten yang sebelumnya tergabung di Westsider, kemudian sepakat memberi nama organisasi ini dengan nama timor-er Banten atau dapat disingkat dengan sebutan TiBanten. Hasil diskusi pada malam hari itu juga menunjuk susunan pengurus yang akan bertugas mengawal jalannya organisasi tersebut.

Berikut ini susunan pengurus TiBanten yang menjabat untuk periode kepengurusan 2014-2016 :
1.    Ketua Umum                      : Om Bayu
2.    Ketua Harian                      : Om Adhe
3.    Kesekretariatan                  : Om Wawan, Om Heru Cahyadi
4.    Bendahara                          : Om Dendy, Om Yefri, Om Aqin
5.    Humas                                : Om Wanda
6.    Div. Kegiatan                      : Om Arul, Om Fario
7.    Div. Usaha                          : Om Roni
8.    Div. Tehnik                          : Om Ugeng, Om Bowo, Om Wawan
9.    Dokumentasi                       : Om Imron, Om Firdaus
10.    Korwil Anyer & Labuan    : Om Jerry
11.    Korwil Rangkasbitung        : Om Iyus

Nah Sekarang dah tau kan sejarah timor-er Banten... Kalo Om dan Tante berminat untuk ikut bergabung dengan kami, kami persilahkan untuk melakukan registrasi. Atau bisa juga gabung Kopdar setiap malam minggu.
Lokasi Kopdar di Cilegon : Bank BJB, Serang : Bank BTN Ciracas.
Salam,
BPO timor-er Banten